sebuah puisi

Sambil Menutup Matamu

tujuh bait tentang senja, jarak, dan cahaya yang direlakan

Terinspirasi BB's Theme & Any Love of Any Kind

Matahari tenggelam perlahan ke teluk,

kau menguap kecil, matamu pun tertunduk;

tak perlu berpura-pura menyimpan luka,

hari ini berakhir jujur, tanpa duka.

Pejamkanlah matamu yang lelah, sayang,

hangat cintaku sampai pagi menjelang;

di balik jarak, dalam sunyi yang sepi,

masih kudengar detakmu—abadi.

Entah di mana sebuah bintang sekarat,

terlalu cepat kita pergi dari hangat;

kita terdampar di pantai yang sama, pulang,

mimpi yang sama, eon demi eon terbentang.

Jangan minta aku membencimu, kasih,

agar perpisahan terasa lebih bersih;

kupilih cinta, bukan murka yang meradang,

membencimu sama saja dengan menghilang.

Ambil tiap bahagia yang kau temukan,

walau bukan dariku nanti—kurelakan;

cinta apa pun jenisnya: bekal bertahan,

tangkap cahaya, sebarkan sepanjang jalan.

Jangan habiskan hidup menonton kalut,

tak ada waktu meratap surya yang larut;

jangan kenang semua yang kau tinggalkan,

bawa cahaya; esok menanti—teruskan.

Tidur di dua pantai, janganlah gelisah,

pagi tetap datang, dan cinta takkan kalah;

meski bukan sepasang, mimpi kita sama,

saling menjaga dari jauh—kuterima.

tamat

bawa cahaya; esok menanti—teruskan.

dari bait keenam

Terinspirasi BB's Theme & Any Love of Any Kind